BUKITTINGGI (09-06-2026) – Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Islam
Negeri (UIN) Syech M. Djamil Djambek Bukittinggi sukses menyelenggarakan
kegiatan akademik bergengsi berupa Studium Generale (SG) pada Selasa, 9
Juni 2026. Acara yang berlangsung megah ini dipusatkan di Cinema Gedung O,
sebuah fasilitas modern yang dimiliki oleh UIN Bukittinggi.
Mengangkat tema yang sangat relevan dengan perkembangan zaman, yakni "Sains
Data dan Machine Learning untuk Pengambilan Keputusan Berbasis Data",
seminar umum ini dirancang untuk membuka cakrawala berpikir civitas akademika
dalam menghadapi derasnya arus digitalisasi. Ruangan Cinema Gedung O tampak
dipadati oleh dosen dan
mahasiswa peserta yang antusias mengikuti
jalannya acara dari awal hingga akhir, menciptakan atmosfer akademis yang
sangat hidup dan penuh dengan semangat intelektual tinggi demi merespons
tantangan global di era disrupsi teknologi saat ini.
Kegiatan
seremonial ini dibuka secara resmi langsung oleh Dekan FST UIN Bukittinggi, Assoc. Prof. Dr. M. Imamuddin, M.Pd., M.E.
Dalam pidato sambutannya yang memotivasi, Assoc. Prof. M. Imamuddin menekankan
betapa krusialnya peran sains data pada zaman modern ini. Beliau menyampaikan
bahwa data telah bertransformasi menjadi aset komoditas baru yang bahkan lebih
berharga daripada minyak bumi, sehingga kemampuan mengolahnya menjadi informasi
publik atau korporasi yang valid adalah sebuah keharusan. Dekan juga
menambahkan bahwa institusi pendidikan, khususnya FST, harus berdiri di garda
terdepan dalam mencetak generasi yang literasi datanya mumpuni agar mampu
bersaing di kancah nasional maupun internasional. Pembukaan ini turut dihadiri
oleh jajaran pimpinan fakultas, termasuk Kepala Bagian (Kabag) Tata Usaha FST, Ibu Afri Elmi, S.E., serta seluruh
jajaran Ketua Program Studi (Kaprodi) dan Sekretaris Program Studi Statistika,
Informatika, dan Matematika yang ada di lingkungan FST UIN Bukittinggi.
Untuk
membedah tema besar tersebut secara mendalam, FST UIN Bukittinggi menghadirkan
pakar yang sangat kompeten di bidangnya, yaitu Bpk Dodi Vionanda, M.Si., Ph.D., yang merupakan dosen aktif pada
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Padang. Kehadiran akademisi senior ini membawa bobot ilmiah yang
tinggi pada pelaksanaan kuliah umum kali ini. Agar jalannya diskusi berlangsung
interaktif dan terarah, acara dipandu secara lugas oleh Wakil Dekan FST, Bpk Dr. (C) Riri Okra, M.Kom., yang
bertindak sebagai moderator. Kombinasi apik antara moderator yang visioner
dalam pengembangan teknologi informasi dan narasumber yang memiliki rekam jejak
riset mendalam di bidang komputasi statistik, berhasil menghidupkan sesi
pemaparan materi sehingga teori-teori rumit yang disampaikan dapat dipahami
dengan baik oleh seluruh dosen dan mahasiswa FST yang memenuhi ruangan.
Pada
sesi inti, Dr. Dodi Vionanda mengawali presentasinya dengan memetakan secara
jelas posisi Machine Learning (ML) di dalam irisan ilmu statistika dan data
science. Beliau meluruskan miskonsepsi yang sering terjadi di masyarakat
akademik mengenai perbedaan dan keterkaitan antara ketiga domain ilmu tersebut.
Guna mempermudah pemahaman peserta, narasumber menyajikan peta konsep
metode-metode dalam machine learning, mulai dari yang berbasis supervised
learning, unsupervised learning, hingga reinforcement learning.
Penjelasan komprehensif ini membuka mata para mahasiswa mengenai struktur
algoritma modern dan bagaimana metode-metode tersebut bekerja dalam mengenali
pola data yang kompleks. Penekanan pada peta konsep ini dinilai sangat penting
agar mahasiswa tidak hanya sekadar menjadi pengguna akhir (end-user)
dari aplikasi teknologi, melainkan mampu memahami fundamental logika matematika
dan statistik yang melandasinya.
Lebih
jauh, Dr. Dodi Vionanda mengajak peserta menyelami perdebatan paradigmatik yang
fundamental dengan membedah pemikiran klasik dari literatur monumental. Salah
satunya adalah konsep "Statistical Modeling: The Two Cultures"
yang dicetuskan oleh Breiman pada tahun 2001, serta tulisan legendaris "To
Predict or to Explain" oleh Shmueli pada tahun 2010. Melalui dua
rujukan ilmiah utama ini, narasumber menguraikan perbedaan mendasar antara
pendekatan pemodelan statistik konvensional yang fokus pada inferensi dan
penjelasan kausalitas, dengan pendekatan machine learning modern yang
menitikberatkan pada akurasi prediksi. Diskusi teoretis ini memicu daya kritis
para dosen dan mahasiswa untuk melihat bahwa dalam implementasi praktisnya,
seorang ilmuwan data harus bijak memilih apakah mereka ingin fokus memprediksi
suatu nilai masa depan secara presisi atau menjelaskan variabel apa saja yang
memengaruhi fenomena tersebut.
Materi
kemudian bergerak pada isu mutakhir yang sedang menjadi tren global di dunia
kecerdasan buatan, yaitu mengenai Interpretable Machine Learning (IML)
dan Explainable AI (XAI). Dr. Dodi menjelaskan bahwa model-model ML
tingkat lanjut seperti deep learning sering kali bersifat seperti
"kotak hitam" (black box) yang sulit diketahui bagaimana
proses internalnya dalam mengambil keputusan. Di sinilah pentingnya taksonomi
interpretabilitas model dan pemahaman terhadap berbagai ukuran kinerja dalam
IML agar keputusan yang dihasilkan oleh mesin dapat dipertanggungjawabkan dan
transparan. Sebagai instrumen praktis, narasumber juga memaparkan visualisasi
menggunakan Partial Dependence Plot (PDP). Melalui PDP, ilmuwan data
dapat melihat dan menggambarkan pengaruh marjinal dari satu atau dua fitur
bawaan terhadap hasil prediksi yang dibuat oleh model machine learning,
sehingga tingkat bias dapat dikurangi secara signifikan.
Sebagai
penutup, kegiatan Studium Generale ini tidak hanya menjadi sarana
transfer pengetahuan (transfer of knowledge), tetapi juga momentum
kebangkitan riset kolaboratif di lingkungan FST UIN Bukittinggi. Setelah
pemaparan materi yang komprehensif, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab
yang berlangsung sangat dinamis, di mana banyak mahasiswa dan dosen mengajukan
pertanyaan kritis terkait implementasi teknologi AI pada data-data sektoral dan
keislaman. Dengan terlaksananya acara ini, diharapkan seluruh civitas akademika
FST UIN Bukittinggi, khususnya dari program studi Statistika, Informatika, dan
Matematika, dapat termotivasi untuk melakukan penelitian-penelitian inovatif
berbasis data-driven. Kegiatan akademis ini diakhiri dengan sesi foto
bersama dan penyerahan piagam penghargaan kepada narasumber sebagai bentuk
apresiasi atas ilmu berharga yang telah dibagikan guna mendukung kemajuan mutu
pendidikan di UIN Syech M. Djamil Djambek Bukittinggi, (M.I).
0 Komentar