TpdpGpA9TUM6BSr0GUWlTfOlTi==
  • saintek@uinbukittinggi.ac.id
  • +62-852-5355-6585

FST UIN Bukittinggi Gelar Studium Generale: Kupas Tuntas Sains Data dan Machine Learning untuk Pengambilan Keputusan

BUKITTINGGI (09-06-2026) – Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Islam Negeri (UIN) Syech M. Djamil Djambek Bukittinggi sukses menyelenggarakan kegiatan akademik bergengsi berupa Studium Generale (SG) pada Selasa, 9 Juni 2026. Acara yang berlangsung megah ini dipusatkan di Cinema Gedung O, sebuah fasilitas modern yang dimiliki oleh UIN Bukittinggi. Mengangkat tema yang sangat relevan dengan perkembangan zaman, yakni "Sains Data dan Machine Learning untuk Pengambilan Keputusan Berbasis Data", seminar umum ini dirancang untuk membuka cakrawala berpikir civitas akademika dalam menghadapi derasnya arus digitalisasi. Ruangan Cinema Gedung O tampak dipadati oleh dosen dan mahasiswa peserta yang antusias mengikuti jalannya acara dari awal hingga akhir, menciptakan atmosfer akademis yang sangat hidup dan penuh dengan semangat intelektual tinggi demi merespons tantangan global di era disrupsi teknologi saat ini.

Kegiatan seremonial ini dibuka secara resmi langsung oleh Dekan FST UIN Bukittinggi, Assoc. Prof. Dr. M. Imamuddin, M.Pd., M.E. Dalam pidato sambutannya yang memotivasi, Assoc. Prof. M. Imamuddin menekankan betapa krusialnya peran sains data pada zaman modern ini. Beliau menyampaikan bahwa data telah bertransformasi menjadi aset komoditas baru yang bahkan lebih berharga daripada minyak bumi, sehingga kemampuan mengolahnya menjadi informasi publik atau korporasi yang valid adalah sebuah keharusan. Dekan juga menambahkan bahwa institusi pendidikan, khususnya FST, harus berdiri di garda terdepan dalam mencetak generasi yang literasi datanya mumpuni agar mampu bersaing di kancah nasional maupun internasional. Pembukaan ini turut dihadiri oleh jajaran pimpinan fakultas, termasuk Kepala Bagian (Kabag) Tata Usaha FST, Ibu Afri Elmi, S.E., serta seluruh jajaran Ketua Program Studi (Kaprodi) dan Sekretaris Program Studi Statistika, Informatika, dan Matematika yang ada di lingkungan FST UIN Bukittinggi.

Untuk membedah tema besar tersebut secara mendalam, FST UIN Bukittinggi menghadirkan pakar yang sangat kompeten di bidangnya, yaitu Bpk Dodi Vionanda, M.Si., Ph.D., yang merupakan dosen aktif pada Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Padang. Kehadiran akademisi senior ini membawa bobot ilmiah yang tinggi pada pelaksanaan kuliah umum kali ini. Agar jalannya diskusi berlangsung interaktif dan terarah, acara dipandu secara lugas oleh Wakil Dekan FST, Bpk Dr. (C) Riri Okra, M.Kom., yang bertindak sebagai moderator. Kombinasi apik antara moderator yang visioner dalam pengembangan teknologi informasi dan narasumber yang memiliki rekam jejak riset mendalam di bidang komputasi statistik, berhasil menghidupkan sesi pemaparan materi sehingga teori-teori rumit yang disampaikan dapat dipahami dengan baik oleh seluruh dosen dan mahasiswa FST yang memenuhi ruangan.

Pada sesi inti, Dr. Dodi Vionanda mengawali presentasinya dengan memetakan secara jelas posisi Machine Learning (ML) di dalam irisan ilmu statistika dan data science. Beliau meluruskan miskonsepsi yang sering terjadi di masyarakat akademik mengenai perbedaan dan keterkaitan antara ketiga domain ilmu tersebut. Guna mempermudah pemahaman peserta, narasumber menyajikan peta konsep metode-metode dalam machine learning, mulai dari yang berbasis supervised learning, unsupervised learning, hingga reinforcement learning. Penjelasan komprehensif ini membuka mata para mahasiswa mengenai struktur algoritma modern dan bagaimana metode-metode tersebut bekerja dalam mengenali pola data yang kompleks. Penekanan pada peta konsep ini dinilai sangat penting agar mahasiswa tidak hanya sekadar menjadi pengguna akhir (end-user) dari aplikasi teknologi, melainkan mampu memahami fundamental logika matematika dan statistik yang melandasinya.

Lebih jauh, Dr. Dodi Vionanda mengajak peserta menyelami perdebatan paradigmatik yang fundamental dengan membedah pemikiran klasik dari literatur monumental. Salah satunya adalah konsep "Statistical Modeling: The Two Cultures" yang dicetuskan oleh Breiman pada tahun 2001, serta tulisan legendaris "To Predict or to Explain" oleh Shmueli pada tahun 2010. Melalui dua rujukan ilmiah utama ini, narasumber menguraikan perbedaan mendasar antara pendekatan pemodelan statistik konvensional yang fokus pada inferensi dan penjelasan kausalitas, dengan pendekatan machine learning modern yang menitikberatkan pada akurasi prediksi. Diskusi teoretis ini memicu daya kritis para dosen dan mahasiswa untuk melihat bahwa dalam implementasi praktisnya, seorang ilmuwan data harus bijak memilih apakah mereka ingin fokus memprediksi suatu nilai masa depan secara presisi atau menjelaskan variabel apa saja yang memengaruhi fenomena tersebut.

Materi kemudian bergerak pada isu mutakhir yang sedang menjadi tren global di dunia kecerdasan buatan, yaitu mengenai Interpretable Machine Learning (IML) dan Explainable AI (XAI). Dr. Dodi menjelaskan bahwa model-model ML tingkat lanjut seperti deep learning sering kali bersifat seperti "kotak hitam" (black box) yang sulit diketahui bagaimana proses internalnya dalam mengambil keputusan. Di sinilah pentingnya taksonomi interpretabilitas model dan pemahaman terhadap berbagai ukuran kinerja dalam IML agar keputusan yang dihasilkan oleh mesin dapat dipertanggungjawabkan dan transparan. Sebagai instrumen praktis, narasumber juga memaparkan visualisasi menggunakan Partial Dependence Plot (PDP). Melalui PDP, ilmuwan data dapat melihat dan menggambarkan pengaruh marjinal dari satu atau dua fitur bawaan terhadap hasil prediksi yang dibuat oleh model machine learning, sehingga tingkat bias dapat dikurangi secara signifikan.

Sebagai penutup, kegiatan Studium Generale ini tidak hanya menjadi sarana transfer pengetahuan (transfer of knowledge), tetapi juga momentum kebangkitan riset kolaboratif di lingkungan FST UIN Bukittinggi. Setelah pemaparan materi yang komprehensif, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang berlangsung sangat dinamis, di mana banyak mahasiswa dan dosen mengajukan pertanyaan kritis terkait implementasi teknologi AI pada data-data sektoral dan keislaman. Dengan terlaksananya acara ini, diharapkan seluruh civitas akademika FST UIN Bukittinggi, khususnya dari program studi Statistika, Informatika, dan Matematika, dapat termotivasi untuk melakukan penelitian-penelitian inovatif berbasis data-driven. Kegiatan akademis ini diakhiri dengan sesi foto bersama dan penyerahan piagam penghargaan kepada narasumber sebagai bentuk apresiasi atas ilmu berharga yang telah dibagikan guna mendukung kemajuan mutu pendidikan di UIN Syech M. Djamil Djambek Bukittinggi, (M.I).


0 Komentar

Helpdesk

KontakSaintek

Jika ada pertanyaan silahkan hubungi Helpdesk kami, kami sangat senang dapat melayani.

Helpdesk Saintek

Popup Image