Bukittinggi (23/09/2026)
– Dosen Fakultas Sains dan Teknologi, Assoc.
Prof. Dr. M. Imamuddin, dipercaya menjadi salah satu pembicara utama (keynote
speaker) dalam ajang bergengsi Bukittinggi International Conference on
Science and Technology (BICoST) 2026. Konferensi internasional yang
diselenggarakan pada tanggal 22 September 2026 ini menghadirkan lima pakar
terkemuka dari berbagai belahan dunia untuk membagikan wawasan teoretis serta
praktis terkini. Keikutsertaan beliau dalam forum ilmiah berskala global
tersebut menjadi bentuk nyata kontribusi akademisi nasional dalam mewarnai
perkembangan ilmu pengetahuan modern. Kehadiran beliau juga makin mempertegas
posisi institusi di tingkat internasional melalui gagasan interdisipliner yang
sangat visioner, komprehensif, relevan, serta mampu menjawab berbagai tantangan
peradaban zaman modern saat ini.
Dalam kesempatan internasional yang berharga tersebut, Assoc.
Prof. Dr. M. Imamuddin menyampaikan gagasan ilmiahnya melalui makalah utama
bertajuk "FROM REVELATION TO
ALGORITHM: Integrating Mathematics, the Quran, Hadith, and Artificial
Intelligence in Tracing the Path of Modern Civilization". Topik
yang dibawakan ini berfokus pada dinamika transformasi pengetahuan mutakhir
yang ditarik dari nilai-nilai spiritual hingga formulasi komputasi modern.
Penyampaian materi ilmiah tersebut berhasil menarik perhatian besar dari
seluruh peserta konferensi, yang terdiri atas para akademisi, peneliti,
mahasiswa, serta praktisi sains dari berbagai negara. Isu mendasar mengenai
bagaimana nilai-nilai wahyu dapat berdialektika secara harmonis dengan
perkembangan teknologi pintar dibahas secara mendalam, lugas, sistematis, serta
sangat inspiratif sepanjang sesi presentasi utama tersebut.
Topik krusial yang diangkat dalam konferensi internasional
ini sangat selaras dengan bidang keahlian utama yang ditekuni oleh beliau,
yaitu integrasi antara pembelajaran matematika dan nilai-nilai Islam. Kepakaran
akademis ini dibentuk secara konsisten melalui rekam jejak pendidikan yang
sangat linier, kokoh, serta multidisipliner. Beliau berhasil memadukan fondasi
keilmuan yang kuat pada jenjang Sarjana (S1) dan Magister (S2) dalam bidang
Pendidikan Matematika dengan penguatan keilmuan Pendidikan Islam pada jenjang Doktoral (S3) sebagai pendidikan terakhirnya.
Kombinasi latar belakang pendidikan formal ini memberikan landasan metodologis
yang sangat kuat bagi beliau untuk terus mengeksplorasi, mengembangkan, serta
merekonstruksi titik temu antara logika matematika yang rasional, doktrin
keagamaan yang transformatif, dan sains komputasi mutakhir.
Komitmen Assoc. Prof. Dr. M. Imamuddin dalam mengembangkan
integrasi pembelajaran matematika dan Islam juga telah teruji melalui
karya-karya akademis yang sangat produktif. Berbagai artikel ilmiah hasil riset
beliau telah dipublikasikan secara luas, baik di jurnal-jurnal nasional
terakreditasi maupun jurnal internasional bereputasi tinggi. Karya-karya
tersebut menjadi rujukan penting bagi para peneliti dan pendidik yang tertarik
pada studi lintas disiplin ilmu pengetahuan. Dedikasi yang berkelanjutan dalam
melakukan riset-riset inovatif ini membuktikan konsistensi beliau untuk terus
menghidupkan wacana intelektual Islam yang moderat, rasional, dan adaptif.
Rekam jejak publikasi yang masif tersebut semakin memperkokoh reputasi akademis
beliau sebagai salah satu tokoh utama dan pakar terdepan dalam bidang integrasi
matematika dan Islam saat ini.
Secara lebih terperinci, materi yang dikupas oleh beliau pada
gelaran BICoST 2026 kemarin menekankan keberadaan konsep-konsep matematika
fundamental yang terkandung di dalam Al-Quran dan Hadis. Serta menyampaikan peranpenting ulama-ulama Islam
mulai dari kekhilafahan Ummayyah dan abassiyah yang sangat berjasa besar bagi
kemajuan matematika. Beliau menjelaskan bagaimana pemikiran matematis klasik dalam
tradisi keilmuan Islam sesungguhnya telah meletakkan pondasi logis bagi perkembangan
ilmu pengetahuan modern. Lebih jauh lagi, beliau membedah secara matematis
bagaimana prinsip-prinsip kalkulasi dan logika tersebut kini menggerakkan
sistem Artificial Intelligence (AI). Formulasi algoritma yang
memfasilitasi kecerdasan buatan masa kini merupakan manifestasi dari
konsep-konsep dasar matematika yang terus berkembang pesat. Gagasan ini
memberikan cara pandang baru bagi audiens dalam memahami keterkaitan mendasar
antara nilai-nilai keagamaan, logika formal matematika, dan teknologi digital
mutakhir.
Pada bagian akhir pemaparan, Assoc. Prof. Dr. M. Imamuddin
menyoroti fenomena pemanfaatan kecerdasan buatan yang kini sangat masif
digunakan oleh para mahasiswa dan akademisi untuk menyelesaikan berbagai tugas
akademik. Beliau mengingatkan pentingnya memahami prinsip dasar matematika dan
etika Islam di balik kecerdasan buatan agar penggunaan teknologi pintar ini
tetap berada pada koridor akademis yang jujur, kritis, dan bertanggung jawab.
AI hendaknya diposisikan sebagai instrumen pembantu untuk meningkatkan
efisiensi dan kualitas riset ilmiah, bukan menggantikan proses berpikir kritis
manusia secara mendasar. Keikutsertaan Dekan Fakultas Sains dan Teknologi dalam
konferensi internasional ini diharapkan dapat menginspirasi civitas akademika
untuk terus melahirkan inovasi ilmiah berbasis nilai-nilai keislaman yang
relevan bagi kemajuan peradaban dunia,
(MI).
0 Komentar