TpdpGpA9TUM6BSr0GUWlTfOlTi==
  • saintek@uinbukittinggi.ac.id
  • +62-852-5355-6585

DOSEN FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI UIN BUKITTINGGI JADI KEYNOTE SPEAKER DI AJANG INTERNASIONAL DENGAN MENYAMPAIKAN MATERI “DARI WAHYU KE ALGORITMA”

Bukittinggi (23/09/2026) – Dosen Fakultas Sains dan Teknologi, Assoc. Prof. Dr. M. Imamuddin, dipercaya menjadi salah satu pembicara utama (keynote speaker) dalam ajang bergengsi Bukittinggi International Conference on Science and Technology (BICoST) 2026. Konferensi internasional yang diselenggarakan pada tanggal 22 September 2026 ini menghadirkan lima pakar terkemuka dari berbagai belahan dunia untuk membagikan wawasan teoretis serta praktis terkini. Keikutsertaan beliau dalam forum ilmiah berskala global tersebut menjadi bentuk nyata kontribusi akademisi nasional dalam mewarnai perkembangan ilmu pengetahuan modern. Kehadiran beliau juga makin mempertegas posisi institusi di tingkat internasional melalui gagasan interdisipliner yang sangat visioner, komprehensif, relevan, serta mampu menjawab berbagai tantangan peradaban zaman modern saat ini.

Dalam kesempatan internasional yang berharga tersebut, Assoc. Prof. Dr. M. Imamuddin menyampaikan gagasan ilmiahnya melalui makalah utama bertajuk "FROM REVELATION TO ALGORITHM: Integrating Mathematics, the Quran, Hadith, and Artificial Intelligence in Tracing the Path of Modern Civilization". Topik yang dibawakan ini berfokus pada dinamika transformasi pengetahuan mutakhir yang ditarik dari nilai-nilai spiritual hingga formulasi komputasi modern. Penyampaian materi ilmiah tersebut berhasil menarik perhatian besar dari seluruh peserta konferensi, yang terdiri atas para akademisi, peneliti, mahasiswa, serta praktisi sains dari berbagai negara. Isu mendasar mengenai bagaimana nilai-nilai wahyu dapat berdialektika secara harmonis dengan perkembangan teknologi pintar dibahas secara mendalam, lugas, sistematis, serta sangat inspiratif sepanjang sesi presentasi utama tersebut.

Topik krusial yang diangkat dalam konferensi internasional ini sangat selaras dengan bidang keahlian utama yang ditekuni oleh beliau, yaitu integrasi antara pembelajaran matematika dan nilai-nilai Islam. Kepakaran akademis ini dibentuk secara konsisten melalui rekam jejak pendidikan yang sangat linier, kokoh, serta multidisipliner. Beliau berhasil memadukan fondasi keilmuan yang kuat pada jenjang Sarjana (S1) dan Magister (S2) dalam bidang Pendidikan Matematika dengan penguatan keilmuan Pendidikan Islam pada jenjang Doktoral (S3) sebagai pendidikan terakhirnya. Kombinasi latar belakang pendidikan formal ini memberikan landasan metodologis yang sangat kuat bagi beliau untuk terus mengeksplorasi, mengembangkan, serta merekonstruksi titik temu antara logika matematika yang rasional, doktrin keagamaan yang transformatif, dan sains komputasi mutakhir.

Komitmen Assoc. Prof. Dr. M. Imamuddin dalam mengembangkan integrasi pembelajaran matematika dan Islam juga telah teruji melalui karya-karya akademis yang sangat produktif. Berbagai artikel ilmiah hasil riset beliau telah dipublikasikan secara luas, baik di jurnal-jurnal nasional terakreditasi maupun jurnal internasional bereputasi tinggi. Karya-karya tersebut menjadi rujukan penting bagi para peneliti dan pendidik yang tertarik pada studi lintas disiplin ilmu pengetahuan. Dedikasi yang berkelanjutan dalam melakukan riset-riset inovatif ini membuktikan konsistensi beliau untuk terus menghidupkan wacana intelektual Islam yang moderat, rasional, dan adaptif. Rekam jejak publikasi yang masif tersebut semakin memperkokoh reputasi akademis beliau sebagai salah satu tokoh utama dan pakar terdepan dalam bidang integrasi matematika dan Islam saat ini.

Secara lebih terperinci, materi yang dikupas oleh beliau pada gelaran BICoST 2026 kemarin menekankan keberadaan konsep-konsep matematika fundamental yang terkandung di dalam Al-Quran dan Hadis. Serta menyampaikan peranpenting ulama-ulama Islam mulai dari kekhilafahan Ummayyah dan abassiyah yang sangat berjasa besar bagi kemajuan matematika. Beliau menjelaskan bagaimana pemikiran matematis klasik dalam tradisi keilmuan Islam sesungguhnya telah meletakkan pondasi logis bagi perkembangan ilmu pengetahuan modern. Lebih jauh lagi, beliau membedah secara matematis bagaimana prinsip-prinsip kalkulasi dan logika tersebut kini menggerakkan sistem Artificial Intelligence (AI). Formulasi algoritma yang memfasilitasi kecerdasan buatan masa kini merupakan manifestasi dari konsep-konsep dasar matematika yang terus berkembang pesat. Gagasan ini memberikan cara pandang baru bagi audiens dalam memahami keterkaitan mendasar antara nilai-nilai keagamaan, logika formal matematika, dan teknologi digital mutakhir.

Pada bagian akhir pemaparan, Assoc. Prof. Dr. M. Imamuddin menyoroti fenomena pemanfaatan kecerdasan buatan yang kini sangat masif digunakan oleh para mahasiswa dan akademisi untuk menyelesaikan berbagai tugas akademik. Beliau mengingatkan pentingnya memahami prinsip dasar matematika dan etika Islam di balik kecerdasan buatan agar penggunaan teknologi pintar ini tetap berada pada koridor akademis yang jujur, kritis, dan bertanggung jawab. AI hendaknya diposisikan sebagai instrumen pembantu untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas riset ilmiah, bukan menggantikan proses berpikir kritis manusia secara mendasar. Keikutsertaan Dekan Fakultas Sains dan Teknologi dalam konferensi internasional ini diharapkan dapat menginspirasi civitas akademika untuk terus melahirkan inovasi ilmiah berbasis nilai-nilai keislaman yang relevan bagi kemajuan peradaban dunia, (MI).




0 Komentar

Helpdesk

KontakSaintek

Jika ada pertanyaan silahkan hubungi Helpdesk kami, kami sangat senang dapat melayani.

Helpdesk Saintek

Popup Image