BUKITTINGGI (28/04/2026) – Sejarah baru tercipta di bumi Jam Gadang saat Menteri Agama Republik Indonesia, Bapak Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA., secara resmi meluncurkan Fakultas Sains dan Teknologi (FST) di Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi pada Selasa, 28 April 2026.
Kehadiran FST ini menandai langkah strategis kampus dalam
memperluas cakrawala akademik serta merespons tantangan zaman yang semakin
didominasi oleh kemajuan teknologi digital dan data. Dalam sambutannya, Menteri
Agama menekankan bahwa berdirinya fakultas ini bukan sekadar penambahan
struktur birokrasi, melainkan sebuah manifestasi dari semangat integrasi ilmu
antara nilai-nilai keislaman dan sains modern.
Beliau berharap FST UIN Bukittinggi mampu melahirkan saintis
yang memiliki kedalaman spiritual sekaligus kemahiran teknis, sehingga dapat
memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan nasional serta memperkuat daya
saing Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di kancah internasional
yang semakin kompetitif.
Kegiatan seremonial yang berlangsung megah ini dibuka secara
langsung oleh Rektor UIN Bukittinggi, Prof. Dr. Silfia Hanani, M.Si., yang
dalam pidatonya menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam atas dukungan
penuh dari Kementerian Agama. Prof. Silfia menegaskan bahwa peluncuran FST
merupakan respons terhadap kebutuhan pasar kerja dan perkembangan intelektual
di wilayah Sumatera Barat dan Indonesia secara luas. Sebagai fakultas baru, FST
hadir dengan tiga program studi unggulan yang sangat relevan dengan kebutuhan
industri masa depan, yaitu Program Studi Statistika, Informatika, dan
Matematika. Rektor berharap kehadiran prodi-prodi ini dapat menjadi katalisator
bagi transformasi digital di lingkungan kampus dan masyarakat sekitar. Dengan
semangat moderasi beragama, kurikulum yang disusun di FST tetap mengedepankan
nilai-nilai moralitas sehingga lulusannya tidak hanya cakap secara kognitif
namun juga berintegritas, memperkuat dinamika akademik yang inklusif dan
progresif di lingkungan UIN Bukittinggi.
Acara
peluncuran ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh penting dan pimpinan institusi
pendidikan tinggi serta pemerintahan, yang menunjukkan soliditas dan dukungan
antarlembaga di Sumatera Barat. Terlihat hadir dalam barisan tamu undangan Ibu
Rektor UIN Imam Bonjol Padang dan Rektor UIN Mahmud Yunus Batusangkar, yang
kehadirannya mencerminkan kolaborasi erat antar-PTKIN di wilayah Sumatera.
Selain itu, turut hadir Kepala Kanwil Kemenag Sumatera Barat serta perwakilan
dari Gubernur Sumatera Barat yang memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah
berani UIN Bukittinggi dalam merambah bidang sains murni dan terapan. Kehadiran
para pemangku kepentingan ini menegaskan bahwa keberadaan FST UIN Bukittinggi
memiliki nilai strategis dalam memperkuat ekosistem pendidikan tinggi di
Sumatera Barat, sekaligus menjadi mitra pemerintah daerah dalam menyiapkan
sumber daya manusia yang unggul untuk menyongsong Indonesia Emas 2045 melalui
penguatan literasi sains dan teknologi.
Fakultas
Sains dan Teknologi UIN Bukittinggi yang dipimpin oleh Assoc. Prof. Dr. M.
Imamuddin, M.Pd., M.E. kini resmi bergabung dalam jajaran fakultas sains
di tingkat nasional dalam jaringan PTKIN, membawa misi untuk menjadi pusat
keunggulan riset yang berbasis pada kearifan lokal dan nilai-nilai Islam.
Program Studi Statistika, Informatika, dan Matematika yang ditawarkan
diharapkan mampu menarik minat putra-putri terbaik bangsa untuk mendalami ilmu
alam dan teknologi dalam lingkungan yang religius. Menteri Agama RI dalam
kesempatan tersebut juga mengingatkan bahwa penguasaan data dan algoritma
adalah "senjata" baru di masa depan, sehingga prodi Informatika dan
Statistika harus mampu berinovasi dalam riset yang berdampak luas. Di sisi
lain, Matematika sebagai ibu dari segala ilmu pengetahuan diharapkan tetap
menjadi pondasi berpikir logis bagi seluruh sivitas akademika. Peresmian ini
menjadi momentum bagi FST untuk segera berlari kencang dalam meningkatkan
akreditasi dan membangun laboratorium yang representatif guna mendukung
kegiatan belajar mengajar yang berstandar global.
Sebagai penutup rangkaian acara, dilakukan penandatanganan
prasasti oleh Menteri Agama RI yang didampingi oleh Rektor UIN Bukittinggi dan
para tamu kehormatan sebagai simbolis dimulainya operasional akademik FST.
Antusiasme mahasiswa dan dosen sangat terasa sepanjang acara, mengingat
perjuangan panjang dalam mendirikan fakultas ini akhirnya membuahkan hasil yang
manis tepat di penghujung bulan April 2026. Dengan visi yang jelas, FST UIN
Bukittinggi berkomitmen untuk tidak hanya menjadi pelengkap di dunia akademik,
tetapi menjadi pemain kunci dalam melahirkan inovasi-inovasi berbasis teknologi
yang maslahat bagi umat manusia. Melalui kolaborasi dengan berbagai industri
dan lembaga riset, FST diharapkan dapat menjawab berbagai permasalahan sosial
melalui pendekatan saintifik yang terukur. Peluncuran ini mengukuhkan posisi
UIN Bukittinggi sebagai lembaga pendidikan yang adaptif terhadap perubahan
zaman namun tetap teguh memegang prinsip-prinsip ketuhanan, menciptakan harmoni
sempurna antara akal dan wahyu dalam setiap langkah pengabdiannya, (M.I).
0 Komentar