TpdpGpA9TUM6BSr0GUWlTfOlTi==
  • saintek@uinbukittinggi.ac.id
  • +62-852-5355-6585

Perkuat Rencana Pengabdian Masyarakat, Pimpinan FST UIN Bukittinggi Dampingi Dekan FST UIN Jakarta Survei ke Istano Basa Pagaruyung dan Pariangan

BUKITTINGGI (18/5/2026) - Di sela-sela agenda akademik yang padat, jajaran pimpinan Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi melakukan kunjungan lapangan yang bernilai strategis dan kultural pada tanggal 14 Mei 2026. Dekan FST UIN Bukittinggi, Assoc. Prof. Dr. M. Imamuddin, M.Pd., M.E., bersama Wakil Dekan, Riri Okra, M.Kom., secara langsung mendampingi Dekan FST UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Husni Teja Sukmana, S.T., M.Sc., Ph.D., dalam sebuah perjalanan dinas khusus. Destinasi utama dalam kunjungan kali ini adalah pusat kebudayaan Minangkabau yang tersohor, yaitu Istano Basa Pagaruyung yang terletak di Batusangkar, Kabupaten Tanah Datar. Kunjungan ke situs bersejarah ini bukan sekadar plesiran biasa, melainkan sebuah langkah awal yang terukur untuk mengintegrasikan potensi lokal, nilai-nilai budaya, serta pendekatan sains dan teknologi dalam program kerja sama kelembagaan yang nyata.

Selain mengagumi kemegahan arsitektur dan warisan sejarah di Istano Basa Pagaruyung, rombongan pimpinan lantas melanjutkan perjalanan ke nagari legendaris lainnya, yaitu Koto Tuo Nagari Pariangan. Nagari Pariangan sendiri merupakan salah satu desa wisata yang diakui secara internasional sebagai salah satu desa terindah di dunia, sekaligus diyakini sebagai tempat asal-usul peradaban masyarakat Minangkabau. Kehadiran para akademisi sains dan teknologi di dua lokasi bersejarah ini bertujuan untuk melakukan pengamatan mendalam mengenai pola hidup masyarakat, struktur tata ruang desa, pemanfaatan sumber daya alam, serta pelestarian aset budaya. Melalui pendekatan langsung di lapangan, rombongan dapat mengidentifikasi berbagai peluang dan tantangan nyata yang dihadapi oleh komunitas lokal, yang nantinya dapat diintervensi menggunakan inovasi teknologi tepat guna serta keilmuan mutakhir yang dimiliki oleh kedua kampus Islam negeri tersebut.

Kegiatan turun ke lapangan ini secara khusus dirancang sebagai bentuk survei awal guna menyusun program pengabdian kepada masyarakat kolaboratif yang berbasis data dan potensi wilayah. Dr. M. Imamuddin menjelaskan bahwa FST UIN Bukittinggi dan FST UIN Jakarta ingin melahirkan sebuah program pengabdian yang tidak hanya bersifat seremonial, melainkan program berkelanjutan yang mampu memberikan solusi konkret bagi masyarakat di sekitar pusat budaya tersebut. Beberapa gagasan yang mencuat selama survei di antaranya adalah digitalisasi arsip sejarah, pengembangan sistem informasi pariwisata berbasis kecerdasan buatan, pemetaan statistik kunjungan wisatawan, hingga penerapan teknologi ramah lingkungan untuk pelestarian cagar budaya. Prof. Husni Teja Sukmana menyambut baik konsep ini dan menilai bahwa kekayaan budaya Minangkabau di Tanah Datar memiliki potensi luar biasa untuk dijadikan laboratorium sosial bagi dosen dan mahasiswa kedua universitas.

Sinergi yang ditunjukkan oleh Dekan dan Wakil Dekan FST UIN Bukittinggi beserta Dekan FST UIN Jakarta ini menjadi bukti nyata bahwa implementasi dari Nota Kesepahaman (MoU) yang telah ditandatangani sebelumnya langsung diwujudkan dalam aksi nyata. Riri Okra, M.Kom., selaku Wakil Dekan menambahkan bahwa keterlibatan aktif pimpinan dalam survei ini akan mempermudah penyusunan peta jalan (roadmap) pengabdian masyarakat yang terstruktur dan berdampak luas, (M.I).



0 Komentar

Helpdesk

KontakSaintek

Jika ada pertanyaan silahkan hubungi Helpdesk kami, kami sangat senang dapat melayani.

Helpdesk Saintek

Popup Image