BUKITTINGGI (15-07-2026) – Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi terus memperluas jejaring internasionalnya di Asia Tenggara. Pada tanggal 13 Juli 2026, Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Bukittinggi secara resmi menjalin kerja sama strategis dengan Majelis Mufti Kamboja. Prosesi penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang berlangsung khidmat ini diselenggarakan di Aula Lantai 3 Gedung Rektorat UIN Bukittinggi. Langkah progresif ini menjadi bukti nyata komitmen universitas dalam mewujudkan visi standardisasi internasional. Pertemuan ini tidak hanya menjadi seremonial belaka, melainkan sebuah momentum penting bagi kedua belah pihak untuk mempererat hubungan kelembagaan. Melalui kemitraan ini, kedua institusi sepakat untuk saling mendukung dalam penguatan mutu pendidikan tinggi Islam di kawasan regional.
Dokumen kerja sama penting ini ditandatangani secara langsung oleh Dekan FST UIN Bukittinggi, Assoc. Prof. Dr. M. Imamuddin, M.Pd., M.E., yang mewakili pihak fakultas. Sementara itu, dari pihak Majelis Mufti Kamboja, penandatanganan dilakukan oleh Wakil Direktur Lembaga Tertinggi Urusan Agama Islam Kamboja, Dr. Alphy Math. Prosesi penandatanganan yang sangat penting ini disaksikan langsung oleh jajaran pimpinan tertinggi kampus, termasuk Rektor dan Wakil Rektor 1 UIN Bukittinggi. Kehadiran para pimpinan universitas menunjukkan besarnya dukungan rektorat terhadap ekspansi akademik yang diinisiasi oleh FST. Selain itu, momentum bersejarah ini juga disaksikan oleh jajaran Kepala Program Studi (Kaprodi) di lingkungan FST serta tim International Office (IO) UIN Bukittinggi.
Kerja sama internasional yang monumental ini berhasil terwujud
berkat inisiasi matang dari Kepala International Office (IO) UIN
Bukittinggi, Dr. Irwandi Nasir, M.Pd. Melalui komunikasi intensif yang dibangun
oleh pihak IO, kedua lembaga akhirnya berhasil merumuskan kesepakatan yang
saling menguntungkan. Kolaborasi komprehensif ini nantinya akan mencakup
seluruh aspek dalam kegiatan Tridarma Perguruan Tinggi, yang meliputi bidang
pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Salah satu poin krusial yang
menjadi fokus utama dalam kesepakatan ini adalah program pertukaran mahasiswa
antarnegara. Melalui program tersebut, mahasiswa dari kedua institusi akan
mendapatkan kesempatan emas untuk saling belajar dan bertukar pengalaman
akademik secara langsung guna memperluas cakrawala berpikir mereka di dunia
internasional.
Dalam sambutannya, perwakilan kedua belah pihak sepakat bahwa kerja sama ini didasari oleh faktor historis yang kuat. Kamboja dan Indonesia dikenal memiliki kedekatan sejarah serta spiritualitas yang sangat erat sejak masa lampau, khususnya dalam perkembangan syiar Islam. Ikatan emosional dan kultural yang kokoh inilah yang mempermudah proses adaptasi serta kolaborasi akademik di masa depan. Hubungan baik yang telah terawat lama ini kini diwujudkan dalam bentuk program konkret di sektor pendidikan tinggi. Dengan adanya landasan spiritual yang setara, implementasi dari setiap poin perjanjian diharapkan dapat berjalan dengan lebih laras dan harmonis. Hal ini juga menjadi jembatan diplomasi kultural yang efektif bagi kedua negara tetangga tersebut.
Menatap masa depan, UIN Bukittinggi diproyeksikan akan menjadi
salah satu destinasi utama bagi para calon mahasiswa asal Kamboja. Masyarakat
Muslim Kamboja kini memandang kampus ini sebagai lembaga pendidikan tinggi yang
sangat potensial untuk melanjutkan studi mereka di Indonesia. Kepercayaan
internasional yang besar ini menjadi tantangan sekaligus peluang emas bagi UIN
Bukittinggi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan akademiknya. Pihak
Majelis Mufti Kamboja juga menyatakan komitmennya untuk memfasilitasi dan
mendorong generasi muda mereka agar memilih kampus ini. Ketertarikan yang
tinggi dari masyarakat Kamboja ini membuktikan bahwa reputasi akademik UIN
Bukittinggi kini semakin diakui secara luas, melintasi batas-batas teritorial
negara.
Secara lebih spesifik, Fakultas Sains dan Teknologi (FST)
menjadi salah satu target utama dan sasaran favorit bagi calon mahasiswa
Kamboja. Kombinasi unik antara integrasi ilmu sains modern dan nilai-nilai
keislaman menjadi daya tarik utama yang memikat minat mereka. FST UIN
Bukittinggi dinilai mampu menjawab tantangan zaman dengan melahirkan lulusan
yang kompeten di bidang teknologi sekaligus memiliki akhlak mulia. Pihak
dekanat beserta seluruh Kaprodi di bawah FST menyatakan kesiapan penuh untuk
menyambut kehadiran para mahasiswa asing tersebut. Dengan persiapan kurikulum
terintegrasi dan fasilitas laboratorium yang memadai, FST optimistis dapat
memberikan pengalaman belajar terbaik. Program ini diharapkan dapat mempercepat
langkah FST menuju pusat keunggulan sains Islam global, (M.I).
0 Komentar