TpdpGpA9TUM6BSr0GUWlTfOlTi==
  • saintek@uinbukittinggi.ac.id
  • +62-852-5355-6585

Perkuat Mutu Akademik, Dekan FST UIN Bukittinggi Hadiri Forum Dekan FST PTKIN 2026 di Semarang

Bukittinggi (27-07-2026) - Dekan Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, Assoc. Prof. Dr. M. Imamuddin, M.Pd., M.E., secara resmi menghadiri perhelatan bergengsi Forum Dekan (FORDEK) FST PTKIN se-Indonesia tahun 2026. Pertemuan berskala nasional yang sangat strategis ini diselenggarakan secara tatap muka bertempat di Hotel Novotel Semarang, Jawa Tengah. Berlangsung selama empat hari berturut-turut, mulai dari tanggal 16 hingga 19 Juli 2026, kegiatan ini menjadi momentum penting bagi konsolidasi pimpinan fakultas sains dan teknologi dalam lingkup Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri. Kehadiran pimpinan FST dari UIN Bukittinggi ini menegaskan komitmen institusi untuk senantiasa terlibat aktif dalam merumuskan arah kebijakan serta penguatan tata kelola pendidikan tinggi sains dan teknologi di Tanah Air.

Penyelenggaraan FORDEK tahun ini terasa istimewa karena bertindak sebagai pelaksana utama adalah UIN Walisongo Semarang, sebuah kampus yang terus menunjukkan keunggulannya dalam integrasi ilmu pengetahuan dan keagamaan. Pertemuan tahunan ini berhasil menghimpun seluruh perwakilan FST dari 23 UIN se-PTKIN yang telah resmi berdiri hingga saat ini. Dari total 40 UIN yang berada di bawah naungan Kementerian Agama Republik Indonesia, tercatat baru 23 UIN yang telah mendirikan Fakultas Sains dan Teknologi secara mandiri. Keikutsertaan FST UIN Bukittinggi pada agenda tahunan di Semarang ini sekaligus memperkuat posisi kelembagaannya dalam peta pendidikan tinggi keagamaan nasional, sebagai upaya konkret untuk saling bertukar pikiran dan berbagi best practices antar pimpinan perguruan tinggi.

Momen FORDEK 2026 ini juga mencatatkan sejarah tersendiri karena turut dihadiri oleh pimpinan dari lima FST yang baru terbentuk di lingkungan PTKIN, di mana FST UIN Bukittinggi menjadi salah satu di antaranya. Sebagai jajaran fakultas yang baru berkembang, partisipasi aktif Assoc. Prof. Dr. M. Imamuddin, M.Pd., M.E. membuka peluang besar untuk menjalin kerja sama strategis, sinergi kelembagaan, serta kolaborasi riset dengan FST UIN lain yang sudah lebih dulu maju dan berpengalaman. Kehadiran entitas baru ini memberikan energi baru bagi jejaring pimpinan FST dalam memperluas cakupan keilmuan sains di perguruan tinggi Islam, sehingga pertumbuhan akademis serta mutu tata kelola fakultas sains yang baru dapat terakselerasi secara maksimal melalui koordinasi yang berkelanjutan.

Kegiatan FORDEK 2026 ini semakin berbobot dengan hadirnya Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Pendis) Kementerian Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. H. Amien Suyitno, M.Ag., yang memberikan arahan langsung kepada seluruh peserta forum. Dalam sambutan utamanya, beliau menyampaikan pandangan strategis mengenai peran sentral yang harus dimainkan oleh Fakultas Sains dan Teknologi di seluruh PTKIN. Prof. Amien Suyitno menekankan bahwa keberadaan FST di PTKIN tidak boleh sekadar menjadi pelengkap struktur organisasi kampus semata, melainkan harus bertransformasi menjadi corong utama kemajuan ilmu sains dan teknologi nasional. Namun demikian, pengembangan ilmu pengetahuan sains tersebut tetap wajib dibingkai dalam tatanan nilai-nilai keislaman demi mencetak lulusan berkarakter unggul.

Lebih lanjut, Direktur Pendis menggarisbawahi pentingnya menjaga keunikan serta keunggulan komparatif yang dimiliki oleh perguruan tinggi keagamaan Islam dibandingkan dengan perguruan tinggi umum lainnya. Beliau menegaskan bahwa lulusan FST PTKIN harus memiliki keunggulan ganda: di satu sisi mereka menguasai literasi sains, teknologi, serta metodologi penelitian modern secara mumpuni, tetapi di sisi lain mereka tetap teguh memegang karakter yang religius dan berakhlak mulia. Oleh karena itu, kurikulum serta lingkungan akademik di FST harus dirancang secara integratif agar mampu merespons tantangan zaman tanpa kehilangan akar spiritualitasnya. Pesan ini disambut antusias oleh para dekan yang berkomitmen untuk mengimplementasikan arahan tersebut dalam kurikulum dan budaya akademik di kampus masing-masing.

Salah satu poin rekomendasi paling krusial yang dihasilkan dari musyawarah nasional FORDEK 2026 ini adalah kesepakatan mengenai pentingnya infrastruktur laboratorium di setiap fakultas. Forum merekomendasikan keharusan bagi setiap FST untuk memiliki dan mengelola Laboratorium Fakultas secara mandiri, ketimbang hanya bergantung pada konsep laboratorium terpadu di tingkat universitas sebagaimana yang umumnya diterapkan saat ini. Para dekan menyepakati pandangan dasar bahwa laboratorium di lingkungan FST bukan sebatas fasilitas penunjang kegiatan praktikum semata, melainkan merupakan "roh" utama yang menentukan mutu kompetensi, kualitas riset, serta daya saing para mahasiswa dan dosen sains. Keberadaan laboratorium spesifik fakultas dinilai sangat mendesak demi efektivitas proses pembelajaran saintifik.

Menanggapi hasil dan rekomendasi penting dari forum tersebut, Assoc. Prof. Dr. M. Imamuddin, M.Pd., M.E. menyatakan kesiapan FST UIN Bukittinggi untuk segera menindaklanjutinya di tingkat fakultas. Beliau menegaskan bahwa keikutsertaan FST UIN Bukittinggi dalam FORDEK 2026 di Semarang ini akan menjadi acuan penting dalam mengakselerasi pembangunan sarana prasarana, khususnya pengembangan laboratorium fakultas yang memadai bagi mahasiswa. Langkah ini diambil guna memastikan bahwa mutu pendidikan serta pengalaman belajar para mahasiswa FST UIN Bukittinggi mampu bersaing secara nasional. Dengan mengusung semangat kolaborasi antar-FST PTKIN, UIN Bukittinggi optimistis dapat mencetak sarjana sains dan teknologi yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga taat beragama dan berdaya saing tinggi, (MI).

0 Komentar

Helpdesk

KontakSaintek

Jika ada pertanyaan silahkan hubungi Helpdesk kami, kami sangat senang dapat melayani.

Helpdesk Saintek

Popup Image