Bukittinggi - Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Sjech M. Djamil
Djambek Bukittinggi kembali mengukuhkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas
dan mutu pendidikan tinggi di Indonesia. Dekan FST UIN Bukittinggi, Assoc.
Prof. Dr. M. Imamuddin, M.Pd., M.E., secara resmi menandatangani Nota
Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) kerja sama lintas lembaga
bersama 22 Dekan FST PTKIN se-Indonesia. Prosesi penandatanganan kesepakatan
bersama yang bernilai sangat strategis ini dilangsungkan bertempat di Hotel
Novotel Semarang pada tanggal 16 Juli 2026. Momentum berharga ini menandai
langkah awal penguatan kolaborasi antar-fakultas sains di lingkungan Perguruan
Tinggi Keagamaan Islam Negeri secara berkelanjutan.
Penandatanganan
dokumen kerja sama ini dilaksanakan bertepatan dengan digelarnya perhelatan
tahunan Forum Dekan (FORDEK) FST PTKIN 2026 yang dihimpun di Semarang. Suasana
khidmat dan penuh keakraban mewarnai momen bersejarah ketika sebanyak 23 Dekan
FST PTKIN berdiri bersama memperkuat komitmen kelembagaan. Kegiatan ini tidak
hanya menjadi wadah silaturahmi akademik antar-pimpinan fakultas, tetapi juga
menjadi fondasi penting dalam menyatukan visi serta langkah strategis
pengembangan keilmuan sains dan teknologi. Kehadiran para dekan dari seluruh
pelosok Tanah Air mempertegas pentingnya jejaring kerja sama yang inklusif demi
mendorong percepatan kemajuan sains berbasis integrasi keislaman.
Ruang
lingkup utama dari Nota Kesepahaman yang disepakati oleh 23 Dekan FST PTKIN ini
secara khusus menekankan pada optimalisasi pelaksanaan Tri Dharma Perguruan
Tinggi. Melalui kesepakatan ini, seluruh pihak berkomitmen untuk saling
mendukung dalam ranah pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Kolaborasi ini dirancang agar setiap fakultas dapat saling berbagi resources,
memperluas jejaring akademik, serta menciptakan iklim akademik yang kompetitif
dan inovatif. Implementasi Tri Dharma secara bersama-sama ini diharapkan mampu
memberikan dampak nyata, tidak hanya dalam meningkatkan akreditasi institusi,
melainkan juga dalam memberikan kontribusi konkret bagi masyarakat luas.
Secara
teknis, kerja sama ini mencakup berbagai program strategis yang dapat
direalisasikan dalam waktu dekat oleh para pihak. Di antaranya adalah rencana
penyelenggaraan riset kolaboratif antar-dosen, pertukaran mahasiswa melalui
program Student Exchange, publikasi ilmiah bersama pada jurnal
bereputasi, hingga pengabdian masyarakat berbasis sains dan teknologi tingkat
nasional. Kemitraan berskala nasional ini memungkinkan FST UIN Bukittinggi untuk
terus mentransfer pengetahuan, mengadopsi Praktik Terbaik (best practices)
dari FST UIN lain yang sudah lebih dulu berkembang, serta membuka peluang
pembimbingan dan pengujian tugas akhir mahasiswa lintas perguruan tinggi secara
lebih fleksibel.
Dekan FST UIN Bukittinggi, Assoc. Prof. Dr. M. Imamuddin, M.Pd., M.E., menyampaikan rasa optimisnya atas penandatanganan dokumen MoU ini. Beliau menegaskan bahwa FST UIN Bukittinggi siap menindaklanjuti kesepakatan ini menjadi aksi nyata dalam bentuk program kegiatan yang konkret dan terukur. Langkah ini dinilai sangat vital untuk melompat lebih jauh dalam membangun fondasi keilmuan sains di UIN Bukittinggi. Dengan terjalinnya sinergi yang kokoh bersama 22 FST PTKIN lainnya, FST UIN Bukittinggi berkeyakinan mampu mencetak lulusan sains dan teknologi yang tidak hanya unggul secara akademis, namun juga memiliki daya saing tinggi di kancah nasional, (MI).
0 Komentar