Bukittinggi (22/09/2026) - Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi secara resmi menggelar perhelatan ilmiah berskala internasional bertajuk 1st Bukittinggi International Conference on Science and Technology (BICoST) pada Selasa, 22 September 2026. Forum akademik yang diselenggarakan secara sangat megah dan terstruktur ini menjadi tonggak sejarah penting bagi perjalanan fakultas dalam memperkuat kontribusi keilmuan di tingkat global. Sejak pagi hari, antusiasme peserta yang terdiri dari para akademisi, peneliti, dosen, serta mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi dalam dan luar negeri sudah terlihat memadati ruang kegiatan. Agenda konferensi ini dirancang secara sistematis untuk mendiskusikan berbagai persoalan krusial dan perkembangan mutakhir di bidang sains data, matematika, serta teknologi cerdas yang dinilai sangat relevan dengan dinamika peradaban dunia modern saat ini.
Pelaksanaan konferensi internasional ini dibuka secara resmi
oleh Dekan Fakultas Sains dan Teknologi, Assoc. Prof. Dr. M. Imamuddin, M.Pd.,
yang bertindak mewakili Rektor UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, Prof.
Dr. Silfia Hanani, S.Ag., M.Si. Kehadiran Dekan yang mewakili pimpinan
tertinggi universitas memberikan bobot tersendiri bagi legitimasi dan keseriusan
acara ini dalam ranah keilmuan internasional. Rangkaian pembukaan diawali
dengan seremoni yang sangat khidmat, mencerminkan nilai-nilai keislaman serta
keunggulan akademik yang menjadi ciri khas UIN Bukittinggi. Dukungan penuh dari
pihak rektorat menunjukkan komitmen yang sangat kuat dari institusi untuk terus
mendorong transformasi akademis menuju standar internasional. Konferensi ini
tidak hanya menjadi ajang berkumpulnya para ahli, melainkan juga wahana
strategis untuk memperluas jejaring kolaborasi lintas negara di masa depan.
Dalam sambutan pembukaannya yang
penuh semangat, Dekan Fakultas Sains dan Teknologi, Assoc. Prof. Dr. M.
Imamuddin, menyampaikan rasa syukur dan kegembiraannya yang luar biasa atas
sambutan hangat serta partisipasi aktif dari seluruh civitas akademika. Beliau
mengapresiasi keikutsertaan para akademisi, dosen, dan mahasiswa yang begitu
antusias menyimak setiap sesi sejak awal acara. Dalam kesempatan tersebut,
beliau memaparkan bahwa forum ini mengusung tema utama "Advancing Data,
Mathematics, and Intelligent Technology through Islamic Values and Scientific
Excellence". Melalui penetapan tema ini, pihak fakultas ingin
menegaskan pesan kuat mengenai pentingnya menyelaraskan lompatan cepat ilmu
pengetahuan di bidang sains data, matematika, dan teknologi cerdas dengan
pilar-pilar nilai keislaman serta keunggulan ilmiah agar menghasilkan inovasi
yang beretika.
Sebagai acuan utama dalam pembahasan materi, konferensi
internasional BICoST ke-1 ini menghadirkan lima pakar terkemuka dari berbagai
belahan dunia sebagai keynote speaker. Narasumber pertama adalah Prof. Madya Dr. Norma Alias dari Universitas Teknologi Malaysia
yang membawakan materi mendalam berorientasi filosofis dan praktis. Beliau
menyajikan karya ilmiah bertajuk "Advancing data, mathematical
modeling, and intelligent technology through Islamic Values and scientific
excellence: A Tawhidi Epistemological Framework for ethical AI Design and
governance". Dalam pemaparannya, beliau menyoroti secara rinci
mengenai pentingnya landasan epistemologi tauhid dalam merancang kecerdasan
buatan (artificial intelligence) yang beretika dan memiliki tata kelola
yang bertanggung jawab, sehingga perkembangan teknologi mutakhir tetap berada
dalam koridor moralitas yang kokoh dan memberikan kemaslahatan nyata bagi
seluruh umat manusia.
Narasumber internasional kedua yang memperkaya perspektif
sains modern adalah Prof. S. Vimal yang
berasal dari Ramco Institute of Technology (KIT) India. Beliau membawakan
topik penelitian yang sangat inovatif bertajuk "Emotion Analytics
Bridging Human Emotions and AI". Pemaparan ini mengupas secara
komprehensif mengenai batasan-batasan teknologi analitik emosi dalam
menjembatani perasaan manusia dengan sistem kecerdasan buatan. Prof. Vimal
menjelaskan bagaimana komputasi canggih masa kini dapat membaca, memproses, dan
merespons emosi manusia secara lebih presisi. Materi tersebut memberikan
pemahaman baru bagi para peserta mengenai tren riset interdisipliner yang
menggabungkan keilmuan psikologi manusia dengan rekayasa kecerdasan buatan,
sekaligus membuka wawasan baru tentang potensi penerapannya dalam berbagai
sektor industri, kesehatan, serta pendidikan di era digital.
Kehadiran peneliti dari dalam negeri dipelopori oleh Prof. Dr. Sri Harini, M.Si. dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang,
Indonesia, yang menyampaikan riset bidang matematika terapan dan sains
data. Beliau menyajikan materi bertajuk "Spatial Clustering of
Earthquakes using magnitude and depth based estimation of the Radius of
Influence". Pemaparan ilmiah yang sangat terstruktur ini berfokus pada
metodologi klastering spasial untuk pemetaan wilayah rawan gempa bumi
berdasarkan variabel magnitudo dan kedalaman gempa guna mengestimasi radius
pengaruhnya. Materi yang disampaikan oleh pakar dari Malang ini terasa sangat
relevan dengan kondisi geografis Indonesia yang berada di kawasan Ring of
Fire, sehingga pemodelan matematika ini menawarkan kontribusi konkret bagi
mitigasi bencana dan pemetaan risiko wilayah berbasis data ilmiah yang akurat.
Sesi pemaparan dilanjutkan oleh Assoc. Prof. Dr. M. Imamuddin, M.Pd, M.E dari
UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi yang
membawakan sajian materi konseptual nan futuristik. Beliau mempresentasikan
gagasan ilmiah berjudul "From Revelation to Algorithms: Integrating
Mathematics, the Quran, Hadith, and Artificial Intelligence in Tracing the Path
of Modern Civilization". Pemaparan ini secara cerdas merunut akar
sejarah peradaban ilmu pengetahuan dari wahyu ilahi menuju pengembangan
algoritma modern. Beliau menekankan bahwa integrasi antara matematika,
al-Qur'an, hadis, dan kecerdasan buatan merupakan langkah krusial dalam melacak
sekaligus mengarahkan perjalanan peradaban modern. Pendekatan ini membuktikan
bahwa teks keagamaan dan algoritma canggih dapat berjalan seiring untuk
menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan fondasi spiritualnya.
Puncak pemaparan materi dari rangkaian keynote speaker
ditutup secara elegan oleh Assoc. Prof.
Dr. Omar Mohamed Taha Alkana dari The Rose City Institute, Yordania. Beliau
menyajikan materi berorientasi keuangan dan pembangunan berkelanjutan yang
bertajuk "Islamic sustainable finance as a catalyst for resilient
infrastructure". Dalam presentasinya, beliau menguraikan peran strategis
keuangan syariah yang berkelanjutan sebagai katalisator utama dalam membangun
infrastruktur yang tangguh dan tahan terhadap krisis ekonomi maupun lingkungan.
Beliau menekankan bahwa instrumen keuangan Islam memiliki potensi luar biasa
dalam mendanai proyek-proyek berbasis kelestarian lingkungan dan keadilan
sosial, sehingga mampu menjadi solusi pembiayaan global yang beretika, stabil,
serta berdampak luas bagi kemakmuran masyarakat dunia secara menyeluruh.
Seluruh kelancaran dan dinamika diskusi ilmiah dalam perhelatan BICoST ke-1 ini dipandu dengan sangat profesional oleh Miss Muthia Rahman yang bertindak sebagai moderator. Sebagai pengarah acara dan pembawa diskusi, Miss Muthia mampu menjalankan perannya dengan sangat baik, ramah, dan artikulatif sehingga seluruh rangkaian sesi dapat berjalan secara efektif, interaktif, dan tepat waktu. Kemampuannya dalam mengelola alur tanya jawab antara peserta internasional dengan para narasumber memberikan warna tersendiri yang menghidupkan suasana konferensi. Fasilitasi yang sangat apik dari moderator membuat gagasan-gagasan kompleks yang disampaikan para pemateri dapat diserap dengan mudah oleh seluruh audiens yang hadir, menciptakan atmosfer akademik yang begitu hidup dan dinamis.
Secara keseluruhan, rangkaian acara konferensi internasional
BICoST ke-1 tahun 2026 ini berlangsung secara padat, efektif, dan penuh makna
mulai pukul 08.00 WIB hingga berakhir tepat pada pukul 12.45 WIB.
Penyelenggaraan kegiatan ini membuktikan bahwa Fakultas Sains dan Teknologi UIN
Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi memiliki kapasitas besar dalam
menyelenggarakan agenda bereputasi internasional yang mampu menjembatani
integrasi antara nilai keislaman dan keunggulan sains mutakhir. Suksesnya acara
ini diharapkan dapat melahirkan kolaborasi riset berlanjut di tingkat
internasional, menghasilkan publikasi ilmiah berkualitas tinggi, serta
memperkokoh posisi UIN Bukittinggi sebagai pusat keunggulan (center of
excellence) dalam pengembangan teknologi berlandaskan nilai-nilai keagamaan
di masa mendatang, (MI).
0 Komentar